UPAYA MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI BANK INDONESIA UNIT SUMBER DAYA MANUSIA BANK INDONESIA

Tugas Ujian Tengah Semester ( UTS ) :
1. Tempat Pratek Kerja Lapangan : Bank Indonesia Cabang Surabaya.
2. Lokasi Pratek Kerja Lapangan : Jalan Pahlawan 105 Surabaya.
3. Topik : Meningkatkan Kinerja Pegawai Bank Indonesia Cabang Surabaya.
4. Judul : Upaya Meningkatkan Kinerja Pegawai Bank Indonesia Unit Sumber Daya Manusia Bank Indonesia.
5. Latar Belakang dan Landasan Teori :

Kinerja
1. Pengertian kinerja
Istilah kinerja berasal dari job performance atau actual performance (prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang di capai oleh seseorang). Kinerja menurut Suyadi Prawiroesentono adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok pegawai dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum, dan sesuai dengan moral dan etika. (Menurut Robet L. Mathis: manajemen sumber daya manusia:78) kinerja pada dasarnya adalah apa yang dilakukan atau tidak dilakukan pegawai.
Kinerja individu adalah hasil kerja karyawan baik dari segi kualitas maupun kuantitas berdasarkan standar kerja yang telah ditentukan. (A. A. Anwar Prabu Mangkunegara, Evaluasi Kinerja SDM: 15)
Kinerja merupakan perwujudan kerja yang dilakukan oleh pegawai yang biasanya dipakai sebagai dasar penilaian terhadap pegawai atau organisasi. Oleh karena itu kinerja merupakan sarana penentu dalam mencapai tujuan perusahaan, sehingga perlu diupayakan untuk meningkatkan kinerja karyawan, agar tercapai tujuan perusahaan secara optimal. Rao mengemukakan bahwa karyawan harus dibantu untuk mengerti tentang peranannya, mengenali peluang untuk mengambil resiko, mengadakan percobaan-percobaan dan tumbuh dalam peranannya, mengerti kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan diri sendiri dalam menjalankan berbagai fungsi dalam peranannya tersebut.
Berdasarkan definisi diatas, maka kinerja yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil yang telah diperoleh oleh karyawan berdasarkan standar yang berlaku untuk suatu pekerjaan yang dilaksanakan dalam periode tertentu atau bisa juga dikatakan hasil kerja yang dicapai dengan peran serta tenaga kerja dalam satuan waktu tertentu.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian kinerja
Faktor yang mempengaruhi pencapaian kinerja adalah faktor kemampuan dan faktor motivasi. Hal ini sesuai dengan pendapat keith davis dalam A. A. Anwar Prabu Mangkunegara :
 Faktor kemampuan (Ability)
Kemampuan terdiri dari kemampuan potensi (IQ) dan kemampuan reality (Skill), orang yang mempunyai IQ di atas rata-rata dan genius dengan pendidikan yang memadai untuk jabatannya dan terampil dalam mengerjakan pekerjaannya sehari-hari, maka akan lebih mudah mencapai kinerja maksimal.
Kinerja pegawai menunjuk pada kemampuan pegawai dalam melaksanakan keseluruhan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Tugas-tugas tersebut biasanya berdasarkan indikator- indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan. Sebagai hasilnya akan diketahui bahwa seseorang pegawai masuk dalam tingkatan kerja tertentu. Tingkatannya dapat bermacam istilah. Kinerja pegawai dapat dikelompokkan ke dalam tingkatan kinerja tinggi, menengah, atau rendah. Dapat juga dikelompokkan melalui target, sesuai target atau dibawah target.

3. Pengukuran kinerja
Pengukuran kinerja adalah penilaian yang dilakukan secara sistematis untuk mengetahui hasil pekerjaan karyawan dan kinerja organisasi. Menurut mathis, kinerja pegawai adalah yang mempengaruhi seberapa banyak mereka memberi kontribusi kepada organisasi yang antara lain:
a. Kualitas output
b. Kuantitas output
c. Jangka waktu output
d. Kehadiran ditempat kerja
e. Sikap kooperatif

Dharma menyatakan tiga kriteria utama dalam pengukuran kinerja yaitu:
1. Pengukuran kuantitas, yang melibatkan perhitungan keluaran dari proses atau pelaksanaan kegiatan. Hal ini berkaitan dengan soal jumlah keluaran yang dihasilkan (berapa banyak pekerjaan yang diselesaikan, jumlah yang harus diselesaikan).
Dalam Praktek Kerja Lapngan di Bank Indonesia mengukur kuantitas kerja dari jumlah tugas yang dapat diselesaikan oleh para karyawan dalam kurun waktu yang telah ditentukan dan pemenuhan target kerja. Seperti mambuat surat-surat yang dibutuhkan baik oleh siswa maupun lembaga, mencatat setiap hasil rapat yang dilakukan, mengetik dan menggandakan dokumen-dokumen yang dibutuhkan baik oleh siswa maupun lembaga, tugas mengajar untuk guru honorer, persiapan laberatorium dan lain sebagainya.
2. Pengukuran kualitas, yang melibatkan perhitungan keluaran yang mencerminkan pengukuran “tingkat kepuasan” yaitu seberapa baik penyelesaiannya. Hal ini berkaitan dengan mutu hasil pekerjaan yang telah diselesaikan.
Untuk pengukuran kualitas kerja dalam penelitian ini meliputi pengetahuan khusus tentang pekerjaan, ketelitian dalam bekerja, komitmen tingi terhadap perusahaan, bersikap cermat, cepat, tepat, dan ekonomis dalam melaksanakan pekerjaan, profesionalisme tinggi terhadap pekerjaan dan pekerjaan yang dilakukan memberikan manfaat bagi orang lain diantaranya siswa dan pihak-pihak yang memerlukan bantuan mereka.
3. Pengukuran ketepatan waktu, merupakan jenis pengukuran khusus dari pengukuran kuantitatif yang menentukan ketepatan waktu penyelesaian suatu kegiatan atau pekerjaan (jangka waktu yang digunakan dalam pencapaian sasaran, kapan harus diselesaikan).
Pengukuran ketepatan waktu dalam penelitian ini antara lain mengenai ketepatan waktu dalam penyelesaian tugas dan ketepatan waktu dalam kehadiran ditempat kerja.
Kinerja organisasi dipengaruhi pula oleh disiplin dan inisiatif para pesertanya. Perilaku yang berkaitan dengan disiplin, inisiatif, wewenang, dan tanggung jawab akan mencerminkan apakah organisasi berjalan secara efisien dan efektif atau tidak. Efektifitas dan efesien tersebut pada akhirnya akan menentukan performance (kinerja) organisasi tersebut, dengan kata lain, secara umum, efektifitas dan efisiensi merupakan instrumen untuk mengukur kinerja suatu organisasi.
Berdasarkan beberapa hal diatas, dapat diketahui bahwa tidak ada ukuran tunggal yang dapat mencakup semua aspek-aspek kinerja, yang diperlukan adalah seperangkat ukuran yang sesuai dengan aktifitas obyektif yang akan diukur, dalam penelitian ini pengukuran kinerja menggunakan pendapat dari Agus Dharma dimana pengukurannya dilihat dari kuantitas kerja, kualitas kerja dan ketepatan waktu.

Kendala Selama Praktek Kerja Lapangan Di Bank Indonesia
1. Banyaknya data arsip yang akan di input untuk dimusnahkan sehingga membuat kita binggung sehinga harus mmilah satu persatu

2. Kurangnya fasilitas seperti komputer untuk mengerjakan arsip sehingga kita membawa laptob sendiri .

3.Perbedaan penjelasaan pemberiaan tugas sehingga membuat kita kesulitan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan

4. Belum menyelesaikan tugas sebelmnya sudah diberikan tugas selanjutnya sehingga kurang adanya jeda istrahat dalam mengerjakaan tugas
5. Binggung memilih antara data arsip yang akan disimpan dan data arsip yang akan dimusnahkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: