UJIAN TENGAH SEMESTER KEEFEKTIFAN PENDIDIKAN MANAJEMEN PENDIDIKAN

UJIAN TENGAH SEMESTER KEEFEKTIFAN PENDIDIKAN
MANAJEMEN PENDIDIKAN 2011 A

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Ujian Tengah Semester
Keefektifan Pendidikan

Oleh :¬¬¬
Risma Hastuti
NIM: 117845002

Dosen :
Dr. Soejarwo, M.S

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
PROGRAM PASCA SARJANA
MANAJEMEN PENDIDIKAN
2012

1. Tinjaulah apa saja permasalahan pendidikan yang ada di indonesia. sebutkan secara rinci indikatornya serta beri dukungan data bilamana mungkin kemudian beri solusi secara teoritis agar dapat mencapai bentuk pendidikan yang efektif!
Jawaban:
Indikator permasalahan pendidikan yang ada di indonesia dirinci menjadi:
a. Kepemimpinan kepala sekolah
b. Kondisi guru (kualifikasi, persebaran, kompetensi)
c. Fasilitas pendidikan
d. Budaya sekolah yang baik
e. Peranan keluarga dan masyarakat
f. Rendahnya Prestasi Siswa
Solusi untuk bentuk pendidikan yang efektif:
a) kepala sekolah hendaklah seseorang yang memiliki visi dan misi kelembagaan, memiliki kemampuan konseptual, memiliki keterampilan dan seni dalam hubungan antarmanusia, menguasai aspek-aspek teknis dan substantif pekerjaannya, memiliki semangat untuk maju, serta memiliki semangat mengabdi dan karakter yang diterima oleh lingkungannya.
b) Maka upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah harus disertai dengan upaya-upaya untuk meningkatkan kemampuan profesional dan memperbaiki kualitas kepribadian gurunya. Selain peningkatan kesejahteraan, juga diberi solusi dengan membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru. Rendahnya prestasi siswa, misalnya, diberi solusi dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas materi pelajaran, meningkatkan alat-alat peraga dan sarana-sarana pendidikan, dan sebagainya.
Pada tingkat sekolah, upaya tersebut ditunjukkan dalam kegiatan-kegiatan berikut, yaitu:
1. interaksi kolegialitas di antara guru-guru.
2. pemahaman proses-proses kognitif dalam penyelenggaraan pengajaran.
3. penguasaan struktur pengetahuan mata pelajaran.
4. pemilikan pemahaman dan penghayatan terhadap nilai, keyakinan, dan standar.
5. keterampilan mengajar.
6. pengetahuan bagaimana siswa belajar.
c) Fasilitas belajar menyangkut ketersediaan hal-hal yang dapat memberikan kemudahan bagi perolehan pengalaman belajar yang efektif dan efisien. Fasilitas belajar yang sangat penting adalah perpustakaan, komputer, dan kondisi fisik lainnya yang secara langsung mempengaruhi kenyamanan belajar. Standarisasi fasilitas dan kondisi pendidikan diharapkan dapat menghasilkan standarisasi mutu
d) Budaya sekolah adalah seluruh pengalaman psikologis para siswa (sosial, emosional dan intelektual) yang diserap oleh mereka selama berada dalam lingkungan sekolah. Respon psikologis keseharian siswa terhadap hal-hal seperti cara-cara guru dan personil sekolah lainnya bersikap dan berperilaku (misalnya, layanan wali kelas dan tenaga administratif), implementasi kebijakan sekolah, kondisi dan layanan warung sekolah, penataan keindahan, kebersihan dan kenyamanan kampus, semuanya membentuk budaya sekolah. Budaya sekolah merembes pada penghayatan psikologis warga sekolah termasuk siswa, yang pada gilirannya membentuk pola nilai, sikap, kebiasaan dan perilaku. Aspek penting yang turut membentuk budaya sekolah adalah kepemimpinan sekolah. Kepemimpinan sekolah yang efektif merupakan sumber nilai dan semangat, sumber tatanan dan perilaku kelembagaan yang berorientasi ke arah dan sejalan dengan pencapaian visi dan misi sekolah.
e) Latar belakang keluarga merupakan faktor penting yang menentukan prestasi atau keberhasilan siswa di sekolah. Apa yang dibawa siswa ke sekolah jauh lebih penting daripada proses yang terjadi di dalam sekolah. Sekolah tidak dapat membuat perubahan yang signifikan terhadap siswa.
f) Apresiasi masyarakat terhadap segala kebijakan pemerintah. Hal ini muncul karena adanya hubungan mutualisme yang setimpal. Sehingga perlu adanya peran masyarakat agar mampu mendukung segala kebijakan pemerintah khususnya dalam bidang pendidikan.
g) Dengan keadaan yang demikian itu (rendahnya sarana fisik, kualitas guru, dan kesejahteraan guru) pencapaian prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan. Sehingga siswa perlu diharapkan pada pembelajaran problem solving, agar menumbuhkan kreatifitas dan meningkatkan rangsangan pada siswa agar siswa berprestasi.
h) Bagan permasalahan pendidikan di Indonesia

2. Beberapa ahli menyatakan bahwa konsep keefektifan pendidikan tumbuh beriringan dengan konsep manajemen berbasis sekolah. Namun ada ahli lain yang menyatakan bahwa keduanya berangkat dari titik pandang yang berbeda. Jelaskan mengapa apa perbedaan pendapat tersebut dengan contoh konkret, sehingga tampak bahwa kedua pendapat tersebut sama-sama benar.
Jawaban:
Agar keluaran dari sekolah mampu beradaptasi secara dinamis dengan perubahan dan tantangan tersebut, pemerintah melontarkan gagasan tentang manajemen pendidikan yang berbasis sekolah (school-based management) yang memberikan ruang yang luas bagi sekolah dan masyarakatnya untuk menentukan program dan rencana pengembangan diri sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Sejalan dengan gagasan desentralisasi pengelolaan pendidikan, maka fungsi-fungsi pengelolaan sekolah perlu diberdayakan secara maksimal agar dapat berjalan secara efektif untuk menghasilkan mutu lulusan yang diharapkan oleh masyarakat dan bangsa. Hal tersebut perlu didukung oleh seperangkat instrument yang akan mendorong sekolah berupaya meningkatkan efektivitas fungsi-fungsi pengelolaannya secara terus-menerus sehingga mampu berkembang menjadi learning organization.
Manajemen berbasis sekolah telah diimplementasikan dengan cara yang berbeda dan untuk tujuan berbeda dan pada laju yang berbeda di tempat yang berbeda. Bahkan konsep yang lebih mendasar dari sekolah efektif dan manajemen berbasis sekolah adalah berbeda, seperti berbedanya budaya dan nilai yang melandasi upaya-upaya pembuat kebijakan dan praktisi. Akan tetapi, alasan yang sama di seluruh tempat dimana manajemen berbasis sekolah diimplementasikan adalah bahwa adanya peningkatan otoritas dan tanggung jawab di tingkat sekolah, tetapi masih dalam kerangka kerja yang ditetapkan di pusat untuk memastikan bahwa satu makna sistem terpelihara sehingga dapat membantu tercapainya sekolah efektif.
Satu implikasi penting adalah bahwa para pemimpin sekolah harus memiliki kapasitas membuat keputusan terhadap hal-hal signifikan terkait operasi sekolah dan mengakui dan mengambil unsur-unsur yang ditetapkan dalam kerangka kerja pusat yang berlaku di seluruh sekolah.
Sekolah efektif yang merupakan sebuah terobosan dalam dunia pendidikan. Sekolah yang didalamnya terdapat komponen guru, siswa, dan staf administrasi yang masing-masing mempunyai tugas tertentu dalam melancarkan program. Sebagai institusi pendidikan formal, sekolah dituntut menghasilkan lulusan yang mempunyai kemampuan akademis tertentu, keterampilan, sikap dan mental, serta kepribadian lainnya sehingga mereka dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau bekerja pada lapangan pekerjaan yang membutuhkan keahlian dan keterampilannya. Keberhasilan sekolah merupakan ukuran bersifat mikro yang didasarkan pada tujuan dan sasaran pendidikan pada tingkat sekolah sejalan dengan tujuan pendidikan nasional serta sejauh mana tujuan itu dapat dicapai pada periode tertentu sesuai dengan lamanya pendidikan yang berlangsung di sekolah.
Melalui MBS, pemecahan masalah internal sekolah, baik menyangkut proses pembelajaran maupun sumber daya pendukungnya cukup dibicarakan di dalam sekolah dengan masyarakat sehingga tidak perlu diangkat ke tingkat pemerintah daerah apalagi sampai ke pemerintah pusat.
Pelaksanaan MBS memerlukan kesiapan sekolah baik itu elemen dan partisipan sekolah dalam hal ini Kepala Sekolah, guru, konselor, pengembang kurikulum, administrator, orang tua siswa, masyarakat sekitar, dan siswa) maupun sarana dan prasarana sekolah sebagai penunjang kegiatan belajar siswa. Kesiapan sekolah tersebut ditandai dengan pelatihan Kepala Sekolah tentang pelaksanaan MBS dan penerbitan buku pedoman tentang kebijakan umum , panduan penyususna proposal, monitoring dan evaluasi dan pedoman pelaksanaan budi pekerti di sekolah. Kesiapan lain yang di lakukan sekolah adalah; memaksimal peran komite sekolah, merupakan badan mandiri yang mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan program pendidikan di sekolah; meningkatkan tanggung jawab dan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan; dan menciptakan suasana dan kondisi transparan, akuntabel, dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu di sekolah.

3. Salah satu tujuan studi keefektifan pendidikan adalah menemukan interkoneksi antara berbagai variabel yang terkait dengan hasil belajar dan atau ketercapaian tujuan pendidikan. Ambillah contoh di tempat Anda bekerja atau tempat yang Anda kenal, bangunlah model interkoneksi tersebut dan sertailah dengan argumen adanya koneksi antara satu variabel dengan lainnya. Jika Anda memang faham dengan kondisi tersebut, lakukan analisis sehingga menemukan critical variable-nya. Tunjukkan alur pengaruh antar variabel sehingga memperkuat kedudukan critical variable tersebut.

Jawaban:

Hasil belajar siswa sangat berhubungan dengan profesonalisasi guru yang mengajar dan kebiasaan belajar siswa sehingga siswa mampu belajar dengan baik dan memahami belajar sebagai kebutuhan untukmenyiapkan masa depannya. Untuk melaksanakan strategi yang harus dilakukan agar tercapainya tujuan pendidikan diperlukan perencanaan yang matang, pelaksanaan yang baik dan sesuai dengan standar, serta adanya evaluasi dan kontrol.
Variabel kepemimpinan kepala sekolah juga terbukti mempengaruhi implementasi dan pemeliharaan perubahan dan berkolerasi dengan hasil belajar siswa. Kualitas lulusan pendidikan dipengaruhi oleh kualitas manajemen sekolah atau manajemen pengelolaan pendidikan. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh fasilitas pendukung, proses belajar mengajar, dan pengajaran. Kemampuan sosial ekonomi orang tua siswa yang tinggi akan berkorelasi dengan penyediaan fasilitas belajarnya, yang akhirnya dapat meningkatkan motivasi belajar. Dalam proses pembelajaran, motivasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar.
Ketercapaian tujuan pendidikan tidak dipengaruhi oleh faktor tunggal, ada sejumlah variabel yang dianggap saling berhubungan/ mempengaruhi. Hal ini perlu sebuah kajian yang akan mengidentifikasi secara empirik hubungan langsung atau tidak langsung dalam suatu rangkaian dari sistem pendidikan.

4. Gambarkan dalam model tentang keefektifan pendidikan yang menurut anda paling baik.
Jawaban:
Sekolah efektif adalah sekolah yang memiliki standar pengelolaan yang baik, transparan, responsibel dan akuntabel, serta mampu memberdayakan setiap komponen penting sekolah, baik secara internal maupun eksternal, dalam rangka pencapaian visi-misi-tujuan sekolah secara efektif dan efesien.
Keunggulan sumber daya manusia (SDM), yaitu tenaga terdidik yang mampu menjawab tantangan-tantangan yang sangat cepat. Secara keseluruhan, di Indonesia mutu SDM Indonesia saat ini masih ketinggalan dan berada di belakang SDM negara-negara maju dan negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Thailand. Kenyataan ini sudah lebih dari cukup untuk mendorong pakar dan praktisi pendidikan melakukan kajian sistematik untuk membenahi atau memperbaiki sistem pendidikan nasional.
Sekolah efektif dan efisien yang mengacu pada sejauh mana sekolah dapat mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yag telah ditetapkan. Dengan kata lain, sekolah disebut efektif jika sekolah tersebut dapat mencapai apa yang telah direncanakan. Pengertian umum sekolah efektif juga berkaitan dengan perumusan apa yang harus dikerjakan dengan apa yang telah dicapai. Sehingga suatu sekolah akan disebut efektif jika terdapat hubungan yang kuat antara apa yang telah dirumuskan untuk dikerjakan dengan hasil-hasil yang dicapai oleh sekolah, sebaliknya sekolah dikatakan tidak efektif bila hubungan tersebut rendah.
Sekolah efektif adalah sekolah yang dapat mencapai target yang telah ditetapkannya sendiri. Sekolah unggul dan efektif adalah sekolah yang dapat mencapai target dengan penetapan target yang tinggi.
PILAR-PILAR SEKOLAH EFEKTIF
• Visi dan misi yang jelas
• Kepala sekolah yang profesional
• Guru yang profesional
• Lingkungan belajar yang kondusif dan Ramah siswa
• Manajemen yang kuat
• Kurikulum yang luas tapi seimbang.
• Penilaian dan pelaporan prestasi siswa yang bermakna Pelibatan masyarakat yang tinggi
a) Visi dan misi jelas adalah harapan tinggi dari siswa dan guru. Dorongan kepada siswa untuk belajar, bekerja, berbuat dan mengeluarkan kemampuan terbaik. Mengarahkan pengembangan intelektual, sosial, emosional dan fisik siswa secara maksimal. Menekankan pentingnya pengembangan kecakapan hidup, nilai-nilai positif dan keterampilan interpersonal. Pengakuan bahwa setiap siswa adalah individu berbeda, mempunyai latar belakang, kebutuhan dan keinginan yang berbeda. Penghargaan dan sambutan yang positif atas keragaman latar belakang siswa. Penekanan bahwa pendidikan adalah usaha & tanggung-jawab bersama antara guru, siswa, dan orang tua.
b) Kepala sekolah yang profesional memiliki kualifikasi memadai, kompeten, berpengalaman. Memimpin secara efektif dan menjalankan visi misi untuk membina dan memajukan masyarakat sekolah Berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan mutu sekolah. Mengelola sumber & bahan dengan bijaksana. Mampu bekerja sama dengan guru dan siswa. Mampu bekerja sama dengan orang tua, komite, masyarakat dan badan terkait lainnya. Meningkatkan moral staf sekolah Meningkatkan belajar berkesinambungan dan melakukan pengembangan diri.
c) Guru yang profesional adalah kualifikasi memadai dan kompeten Mempunyai sikap positif dan moral yang tinggi, mendorong siswa untuk mencapai prestasi tinggi, mengembangkan keterampilan berfikir kritis pemecahan masalah, dan kreatifitas siswa. Guru juga harus peka terhadap kebutuhan siswa, mampu menegakkan disiplin, mengundang partisipasi orang tua, melakukan belajar kerkesinambungan dan pengembangan profesi. Sehingga Semua staf guru harus mempunyai keterampilan yang luas termasuk keterampilan dalam mata pelajaran dan dapat bekerja sama dan bekerja sebagai anggota tim.
d) Lingkungan yang kondusif dapat menstimulasi siswa untuk betah belajar dan beraktivitas. Bersih, aman, nyaman dan hangat/ramah. Tempat bagi semua orang untuk saling memperhatikan dan saling mendukung melalui hubungan yang positif. Mempromosikan rasa saling memiliki dan kebanggaan terhadap sekolah. Memberikan kesempatan bagi siswa untuk berpartisipasi dalam organisasi intra sekolah. Mempunyai aturan-aturan yang sensible, yang jelas dan dapat diterapkan/ dilaksanakan Mendukung kebijakan pengelolaan perilaku yang efektif yang ditopang oleh sistem pelayanan siswa yang efektif.
e) Ramah siswa ini akan mendukung pengembangan potensi & kemampuan siswa secara maksimal. Menangani kesulitan yang dialami siswa secara efektif dan efisien. Peka terhadap kebutuhan dan latar belakang individual siswa. Berhubungan dengan community support service and resources yang tersedia di luar sekolah.
f) Manajemen yang kuat akan memberdayakan potensi dan sumber sekolah secara efektif Mengembangkan program dan refleksi dengan warga sekolah secara efektif Mendasarkan pada perencanaan, pengembangan program, refleksi diri dan pengambilan keputusan secara kolaboratif. Mendukung supervisi staf dan pengembangan profesi. Luwes dalam mengorganisasi pembelajaran siswa dengan cara yang bervariasi.
g) Kurikulum yang luas tapi seimbang akan memberikan berbagai pembelajaran yang aktif, efektif dan menyenangkan untuk semua mata pelajaran. Memonitor aspek prestasi akademik, sosial, kepribadian, dan perkembangan fisik siswa. Memastikan bahwa siswa mengembangkan sikap yang positif thd belajar. Membantu siswa mengembangkan kecakapan hidup seperti percaya diri, memotivasi diri dan mengembangkan disiplin diri.
h) Penilaian dan pelaporan prestasi siswa yang bermakna ini akan memberi informasi akurat dan jelas tentang prestasi belajar siswa dalam berbagai mata pelajaran dan perkembangan kemampuan sosial siswa. Mengarahkan guru untuk menggunakan berbagai pendekatan mengajar yang paling sesuai. Mengidentifikasi masalah belajar siswa dan cara menyelesaikannya bersama-sama dengan orang tua. Mengijinkan orang tua untuk mengobservasi dan memahami kemajuan belajar siswa. Melakukan berbagai cara untuk mendukung pembelajaran efektif dan upaya meningkatkan rasa percaya diri siswa.
i) Pelibatan masyarakat sangat penting karena akan mendorong orang tua untuk berkunjung dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan sekolah. Menekankan pentingnya kemitraan antara orang tua dan guru untuk memperoleh hasil pembelajaran yang lebih baik. Sekolah dan guru tanggap terhadap pertanyaan, sudut pandang, kekhawatiran orang tua. Sekolah membentuk jaringan kerja yang luas dengan mayarakat, termasuk dengan sekolah lain, dunia usaha/bisnis, LSM, atau organisasi pemerintahan yang lainnya.
Bagan sekolah efektif:

Simpulan dari sekolah efektif yang dapat ditarik dari penjelasan-penjelasan di atas adalah sekolah yang mampu mengoptimalkan semua masukan dan proses bagi ketercapaian output pendidikan yaitu prestasi sekolah terutama prestasi siswa yang ditandai dengan dimilikinya semua kemampuan berupa kompetensi yang dipersyaratkan di dalam belajar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: