MANAJEMEN STRATEGIK SEBAGAI PARADIGMA BARU DI LINGKUNGAN ORGANISASI NON PROFIT

Pengertian yang cukup luas ini menunjukkan bahwa Manajemen Strategik merupakan suatu Sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi, dan bergerak secara serentak (bersama-sama) kearah yang sama pula. Komponen pertama adalah Perencanaan Strategik dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari Visi, Misi, Tujuan Strategik dan Strategi Utama (Induk) organisasi. Sedang komponen kedua adalah Perencanaan Operasional dengan unsur-unsurnya Sasaran atau Tujuan Operasional, Pelaksanaan Fungsi-Fungsi Manajemen berupa fungsi Pengorganisasian, Fungsi Pelaksanaan dan Fungsi Penganggaran, Kebijaksanaan Situasional, Jaringan Kerja (Net Work) Internal dan Eksternal, Fungsi Kontrol dan Evaluasi serta Umpan Balik. Diagram manajemen Strategik sebagai suatu sistem dapat dilihat pada halaman berikut.

Di  samping itu dari pengertian Manajemen Strategik yang terakhir Dapat disimpulkan beberapa karakteristiknya sebagai berikut:

  1. Manajemen Strategik  diwujudkan dalam  bentuk  perencanaan berskala  besar dalam arti mencakup seluruh komponen di lingkungan sebuah  organisasi yang dituangkan dalam bentuk Rencana Strategik (RENSTRA) yang dijabarkan menjadi Perenca­naan Operasional (RENOP), yang kemudian dijabarkan pula dalam bentuk Program Kerja dan Proyek Tahunan.
  2. Rencana Strategik berorientasi pada jangkauan masa depan, untuk organisasi profit kurang lebih sampai 10 tahun mendatang, sedang untuk organisasi non profit khususnya di bidang pemerintahan untuk satu generasi, kurang lebih untuk 25 – 30 tahun. Misalnya Negara Indonesia sebagai sebuah organisasi non profit berskala besar merumuskan Rencana Strategiknya dalam bentuk Garis-garis besar Haluan Negara (GBHN). Sedang Rencana Operasionalnya ditetapkan untuk setiap lima tahun yang disebut Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA) sebagai rencana jangka sedang, dan terakhir dijabarkan menjadi rencana jangka pendek dalam bentuk Program dan Proyek dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai Rencana Tahunan.
  3. VISI. MISI, pemilihan strategi yang menghasilkan Strategik Induk (Utama), dan Tujuan Strategik Organisasi untuk Jangka Panjang. merupakan    acuan    dalam merumuskan Rencana Strategik (RENSTRA), namun dalam teknik penempatannya sebagai keputusan Manajemen Puncak secara tertulis semua acuan tersebut terdapat di dalamnya.
  4. RENSTRA dijabarkan menjadi Rencana Operasional (RENOP) yang antara lain berisi Program-Program Operasional termasuk Proyek-Proyek, dengan Sasaran Jangka Sedang masing-masing. juga sebagai keputusan Manajemen Puncak.
  5. Penetapan RENSTRA dan RENOP harus melibatkan Manajemen Puncak karena sifatnya  sangat mendasar/prinsipil dalam pelaksana-an seluruh Misi organisasi, untuk  mewujudkan, mempertahankan dan mengembangkan eksistensi jangka sedang termasuk  panjang-nya.
  6. Pengimplementasian Strategi dalam Program-pogram termasuk Proyek-proyek untuk mencapai sasarannya masing-masing dilaku-kan melalui fungsi-fungsi manajemen lainnya yang mencakup pengorganisasian. Pelaksanaan (actuating), penganggaran dan kontrol.


DIMENSI-DIMENSI MANAJEMEN STRATEGIK

Berdasarkan pengertian dan karakteristiknya dapat disimpulkan Manajemen Strategik memiliki beberapa dimensi atau bersifat dimensional. Dimensi-dimensi dimaksud adalah:

  1. Dimensi Waktu dan Orientasi Masa Depan.

Manajemen Strategik dalam mempertahankan dan mengembangkan eksistensi suatu organisasi berpandangan jauh ke masadepan. dan berperilaku proaktif dan antisipatif terhadap kondisi masa depan yang diprediksi akan dihadapi.

  1. Dimensi Internal dan Eksternal

Dimensi Internal adalah kondisi organisasi non profit pada saat sekarang, berupa kekuatan, kelemahan. peluang, dan hambatan, yang harus diketahui secara tepat, untuk merumuskan RENSTRA yang berjangka panjang.

  1. Dimensi Pendayagunaan Sumber-Sumber.

Manajemen Strategik sebagai kegiatan manajemen tidak dapat melepaskan diri dari kemampuan mendayagunakan berbagai sumber daya yang dimiliki, agar secara terintegrasi terimplementasikan dalam fungsi-fungsi manajemen ke arah tercapainya sasaran yang ditetapkan di dalam setiap RENOP, dalam. rangka mencapai Tujuan Strategik melalui pelaksanaan misi yang terdiri dari Sumber Daya Material khususnya berupa sarana dan prasarana, Sumber Daya finansial dalam bentuk alokasi dana untuk setiap program dan proyek, Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Teknologi, dan Sumber Daya Informasi.

Berdasarkan uraian-uraian di atas dapat dibedakan penggunaan hasil Analisis Internal dan Eksternal dalam realisasi Manajemen Strategik rnelalui penyusunan Perencanaan, khususnya di lingkungan organisasi non profit bidang pendidikan adalah sebagai berikut:

  1. Hasil Analisis Internal dan Eksternal (lokal, nasional dan global) digunakan sebagai masukan dalam merumuskan Rencana Strategik (RENSTRA) dan Rencana Operasional (RENOP) pada Departemen. Selanjutnya melalui pelimpahan wewenang dan tanggung awab berdasarkan pembagian tugas pokok yang prinsipil secara tuntas, maka kedua hasil analisis tersebut juga digunakan sebagai nasatajn untuk merumuskan RENSTRA dan RENOP organisasi jenjang Sekretariat  Jenderal, Direktorat  Jenderal,  Inspektorat Jenderal, Direktorat, Perguruan Tinggi dan Kantor Wilayah.
  2. Hasil Analisis Internal dan Eksternal (tidak termasuk lingkungan global jenjang Biro pada Sekretariat Jenderal dan Direktorat pada Direktorat Jenderal, Fakultas dan Jurusan, Kantor Departemen Kabupaten / Kotamadya dan Kecamatan. termasuk Sekolah diguna­kan secara langsung untuk menyusun program-program tahunan, sebagai implementasi RENOP dan kebijakan organisasi non profit atasannya.
  3. Dimensi Keikutsertaan Manajemen Puncak.

Manajemen Strategik yang dimulai dengan menyusun Rencar Strategik merupakan pengendalian masa depan organisasi, agar eksistensi sesuai dengan Visinya dapat diwujudkan, baik pad organisasi yang bersifat profit maupun non profit. Rencar Strategik harus rnampu mengakomodasi seluruh aspek kehidupa organisasi yang berpengaruh pada eksistensinya di masa depa merupakan wewenang dan tanggung jawab manajemen puncak. Oleh karena itu Rencana Strategik sebagai keputusan utama yang prinsipil itu, tidak saja ditetapkan dengan mengikutsertakan, tetap harus ditekukan secara proaktif oleh manajemen puncak, karer seluruh kegiatan untuk merealisasikannya merupakan tanggung jawabnya sebagai pimpinan tertinggi, meskipun kegiatannya dilimpahkan pada organisasi dan/atau satuan/unit kerja yang relevan. Misalnya dalam menyusun GBHN  sebagai Rencana Strategik

  1. Dimensi Multi Bidang.

Manajemen Strategik sebagai Sistem pengimplementasiannya harus didasari dengan menempatkan organisasi sebagai satu sistem. Dengan demikian berarti sebuah organisasi akan dapat menyusun RENSTRA dan RENOP jika tidak memiliki keterikatan atau ketergantungan sebagai bawahan pada organisasi lain sebagai atasan. Dalam kondisi sebagai organisasi bawahan berarti tidak memiliki kewenangan penuh dalam memilih dan menetapkan visi, misi, tujuan dan strategi.

BAB III

PENUTUP

Sampai pada dirumuskannya RENSTRA dan RENOP, rencana mengimplementasikan dan rencana mengevaluasinya, berarti berakhir tahap konsepsional dalam dimensi multi bidang untuk merealisasikan Manajemen Strategik di lingkungan suatu organisasi non profit. Dimensi multi bidang berikutnya yang justeru memerlukan waktu panjang dan akan menghadapi berbagai tantangan dan bersifat sangat bervariasi, adalah pengimplementa-siannya dalam program dan proyek tahunan. Untuk itu peranan manajer puncak dan manajer lain sebagai bawahannya dalam mengintegrasikan semua sumber daya yang dimiliki melalui kemampuannya mewujudkan fungsi-fungsi manajemen menjadi sangat penting dan menentukan bagi terlaksananya Misi. tercapainya Tujuan Strategik dan terwujudnya Visi organisasi non profit masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: