sistem informasi manajemen

 

A      Pengertian sistem informasi manajemen pendidikan adalah merupakan perpaduan antara sumber daya manusia dan aplikasi teknologi informasi untuk memilih, menyimpan, mengolah, dan mengambil kembali data dalam rangka mendukung proses pengambilan keputusan bidang pendidikan. Selain itu juga system informasi manajemen dapat diartikan suatu sestem yang dirancang untuk menyediakan informasi guna mendukung pengmbilan keputusan pada kegiatan manajemen(perencanaan, penggerakan, pengorganisasian, dan pengendalian)dalam lembaga  pendidikan.[1]

Sistem informasi manajemen pendidikan saat ini baru sebatas wacana, diharapkan pada waktu yang tidak terlalu lama SIM pendidikan ini tidak sebatas wacana tetapi sudah mengarah keaplikasi yang betul-betul menunjang kegiatan dunia pendidikan pada umumnya. Untuk menerapkan SIM pendidikan yang terpadu dan memiliki kapabilitas dalam mendukung keberhasilan dunia pendidikan yang signifikan, diperlukan keseimbangan sumber daya yang tersedia antara ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki ketrampilan dalam mengoperasikan teknologi informasi seperti computer dan ketersediaan dana untuk pengandaan perangkat computer yang sudah canggih.

Peranan serta tugas dalam proses manajemen, mengenai gambaran system informasi pendidikan yang dibutuhkan di Indonesia idealnya adalah bagaimana para pengambil keputusan bidang pendidikan.Misalnya, berapa jumlah sumber daya manusia pendidikan yang dibutuhkan,jenis sekolah, tingkatan sekolah, pelaksanaan kurikulum, perkembangan lembaga pendidikan local, regional,bahkan internasionaluntuk dapat memperbaiki kinerja dunia pendidikan masa lalu, masa kini, maupun masa yang akan datang. .[2]

 

B        Karena computer pada dasarnya di dalam bidang informasi,yang dirumuskan dengan memperhitungkan kebutuhan bangsa dan Negara di Indonesia dalam semua segi kehidupan bangsa dan Negara serta dikaitkan dengan strategi dasar pembagunan. Antara lain dengan keberhasilan pembagunan,terutama di bidang ekonomi,yang diharapkan akan terus meningkat, tuntutan masyarakat akan berbagai jenis barang dan jasa akan semakin meningkat pula yang pada giliranya akan mengharuskan para pemimpin berbagai jenis perusahaan untuk menghadapi kompetisi yang semakin berat yang selanjutnya akan menuntut ketrampilan manajemen,terutama ketrampilan dan kecekatan mengambil keputusan yang lebih tinggi. Keadaan yang demikian pun akan mengakibatkan menigkatkannya pengguna computer.maka tidak dapat disangsikan lagi bahwa computer are here to stay tekad seluruh rakyat dan bangsa Indonesia untuk mengintensifikasikan kegiatan-kegiatan pembagunan disegala bidang kiranya akan lebih mendorong pengguna teknologi computer.[3]

Dalam bidang persekolahan di Indonesia,sudah ditetapkan adanya standart kompetensi yang harus dicapai oleh siswa salah satu indicator minimal bagi keberhasilan pencapaian mutu pendidikan. Kompetensi yang diharapkan dapat dimiliki siswa berawal dari terbentuknya akhlak dan budi pekerti luhur yang bisa membentuk perilaku dan bertanggug jawab untuk mengikuti proses pendidikan pada tingkat sekolah yang telah dijalaninya. Berbekal pada perilaku yang diatas,dapat dimengerti salah satu keuntungan pengguna system informasi manajemen dalam pendidikan,di harapkan dapat menghantarkan siswa untuk mengembangkan ketrampilan dan kemampuan siswa,agar dapat memasuki kehidupan pribadi sebagai anggota masyarakat. Selain itu berkenan dengan kesiapan dan kemampuan siswa untuk melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi atau kedunia  kerja sesuai dengan kemampuan dan ketrampilan yang dimilikinya. Karena pada dasarnya system pendidikan juga merupakan perpanduan antara sumber daya manusia dan aplikasi teknologi informasi untuk memilih,menyimpan,mengolah,dan mengambil kembali data dalam rangka mendukung proses keputusan tentang bidang pendidikan

C       Sejak manusia hidup berorganisasi, sejak itu pulalah proses pengambilan keputusan telah timbul. Dalam bermasyarakat yang sederhana pula. Akan tetapi dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi yang semakin pesat, maka semakin rumit pulalah tugas-tugas pengambilan keputusan.

Pengambilan keputusan tertutup(terstruktur),yaitu prosedur pemecahan permasalahan yang menyangkut langkah-langkah dalam prosedur kombinasi ini adalah Intelijen,desain,pilihan.

  • Intelijen:

a)  Pembentukan persepsi terhadap situasi yang dihadapi

b)  Membangun model yang mewakili situasi

c)  Penentuan ukuran kuantitatif terhadap biaya dan manfaat yang paling tepat untuk situasi yang dihadapi.

  • Desain:

penentuan dengan spesifik alternative yang dimiliki ialah mengenali dan merumuskan dengan jelas langkah-langkah yang mugkin dilakukan.

  • Pilihan:

a)  Evaluasi manfaat dan biaya

b)  Menetapkan kriteria dalam memilih langkah yang terbaik

c)  Penyelesaian situasi keputusan

Contoh:1)  Masukkan informasi

2)  Analisis informasi yang tersedia

3)  Penentuan ukuran kinerja dan biaya

4)  Penciptaan model yang mewakili situasi keputusan

5)  Perumusan pilihan(strtegi)yang tersedia bagi pembuat keputusan

6)  Perkiraan hasil dari setiap pilihan yang tersedia

7) Penentuan kriteria dalam memilih pilihan yang tersedia

8)penetapan keputusan bagi situasi keputusan yang dihadapi

Pengmbilan keputusan terbuka(tidak terstruktur),dalam pembuatan keputusan ini tidak memugkinkan pemecahan masalah menggunakan prosedur rutin,maka kondisi ini dikatakan sebagai situasi keputusan yang tidak berstruktur.

Contoh:1)  Ketidak lengkapan informasi

2)  Kurangnya ukuran kuantitatif manfaat dan biaya

3)  Terdapat lebih satu tujuan

4)  Terdapat lebih dari satu pembuat keputusan .[4]

4.       Pengembangan sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki oleh karena beberapa hal atau alasan, yaitu:

a) Munculnya problem pada sistem yang lama

permasalahanya yang timbul dapat berupa:

  1. Ketidak beresan pada sistem yang menyebabkan sistem dapat beroperasi sesuai harapan
  2. Pertumbuhan dalam kebutuhan organisasi yang menyebabkan sebuah sistem baru harus disusun. Kebutuhan organisasi diantaranya adalah pada informasi yang semakin luas sehingga volume pengolahan data menjadi semakin meningkat

b) Untuk meraih kesempatan

Teknologi komputer berkembang dengan cepat sehingga organisasi mulai merasakan bahwa teknologi informasi perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi agar dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen. Dalam keadaan pasar bebas, kecepatan informasi sangat menentukan berhasil tidaknya srategi dan rencana-rencana yang disusun untuk meraih kesempatan. Kesempatan ini dapat berupa peluang-peluang bisnis, pelayanan meningkat pada langganan, dan lain sebagainya.

c) Adanya instruksi-instruksi

Bisa juga sistem baru dibuat karena ada instruksi dari pemimpin ataupun kekuatan dari luar organisasi, misalnya peraturan pemerintah

Jadi sistem baru dikembangkan untuk memecahkan permasalahan yang timbul, agar dapat meraih kesempatan atau untuk memenuhi instruksi yang diberikan.

Pengembangan sistem informasi memerlukan proses yang panjang dan kompleks, meliputi penentuan kebutuhan informasi, merancang sistem informasiu untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan melettakan sistem informasi pada kondisi operasional. Pengembangan sistem informasi melibatkan partisipasi dan dukungan dan berbagai pihak yang berbeda kemampuanya untuk melaksanakan sejumlah tugas-tugas yang direncanakan.

Perubahan yang terjadi didalam organisasi mungkin mengakibatkan munculnya kebutuhan untuk membagun sistem informasi yang baru atau mengembangkan  informasi  yang baru atau mengembangkan sistem informasi yang sudah ada. Proses perkembangan sistem informasi, mulai dari konsep sampai dengan implementasinya disebut dengan istilah Syestem Development Life Cycle. Ada 2 aspek penting didalam pengembangan-pengembangan sistem informasi, yaitu :

a)      Data tentang masalah-masalah yang ada saat ini

b)      Data tentang kemugkinan penyelesaian untuk masalah-masalah tersebut diatas

Selain itu tujuan utama pegembangan sistem informasi adalah sebagai berikut:

a)      Menyusun sistem informasi yang menuhi kebutuhan informasi organisasi dan kebutuhan dari fungsi operasi organisasi

b)      Menyusun Informasi organisasi dengan cara yang efesien dan efektif

c)      Mengorganisasi suatu sistem informasi yang baru yang dapat menangani semua problem yang terjadi didalamorganisasi.

Proses pengembangan sistem terdiri dari 4 fase yang berbeda. Yaitu        Investigasi sistem, Analisis sistem, Desaign sistem, dan implementasi sistem. [5]

BAB I

PENDAHULUAN

Pada dunia pendidikan, yaitu diperkenalkan reformasi pendidikan yang berkaitan erat dengan system informasi yang dibutuhkan dalam pengembangan dunia pendidikan. Konsep ini memiliki nuansa bagaimana dunia pendidikan berusaha menggunakan perangkat computer, yang dapat diaplikasikan sebagai sarana komunikasi untuk meningkatkan kinerja dunia pendidikan secara signifikan.

Informasi merupakan satu-satunya sumber yang dibutuhkan seorang pemimpin lembaga pendidikan. Informasi yang diolah dari sumber lain yang dipengaruhi oleh organisasi yang sangat kompleks dan perangkat computer yang dimilikinya. Informasi dapat memperbaiki kinerja lembaga pendidikan, layaknya kinerja usaha lembaga bisnis.

Informasi yang diolah dengan menggunakan computer dapat digunakan oleh seorang pimpinan organisasi atau perseorangn dengan keahlian yang dimiliki sebagai sarana komunikasi dan pemecahan masalah, serta informasi yang sangat berharga dalam proses pengambilan keputusan. Informasi dapat digali melalui sumber-sumber yang tersedia, seperti sumber daya manusia, material, alat, biaya yang dibutuhkan, serta data yang akan diolah.

Ledakan informasi saat ini menimbulkan dampak yang sangat kuat terhadap kompleksitas manajemen pada umumya, khususnya manajemen pendidikan pimpinan sebuah lembaga pendidikan pada dasarnya adalah pengolah informasi,seorang pimpinan harus memiliki kapabilitas untuk memperoleh, menyimpan, mengolah, mengambil, kembali, serta menyajikan informasi sebagai bahan dalam proses pengambilan keputusan bidang pendidikan yang dapat dipertanggug jawabkan secara moral.

BAB III

 

KESIMPULAN

 

  1. Mengenai pengertian dalam system pendidikan dalam menghadapi globalisasi, dunia pendidikan Indonesia harus secepatnya berbenah diri dalam meningkatkan system informasi guna menunjang daya saing sumber daya manusia yang dihasilkan oleh suatu lembaga pendidikan tersebut. System informasi yang akan datang diciptakan harus seimbang antara infrastruktur teknologi yang tersedia dengan kemampuan sumber daya manusia, sehingga tidak terjadi ketimpangan yang sangat jauh, dan system informasi tidak dapat terwujud secara significant dalam menunjang kuantitas maupun kualitas pendidikan secara mendasar. Disamping itu system informasi semakin dibutuhkan oleh lembaga pendidikan, control kualitas dan menciptakan aliansi atau kerja sama dengan pihak lain yang dapat meningkatkan nilai lembaga pendidikan.
  2. Pada dasarnya computer  didalam bidang informasi, antara lain dengan keberhasilan pembangunan, terutama dibidang ekonomi, yang diharapkan akan terus meningkat, tuntutan masyarakat akan berbagai jenis barang dan jasa akan semakin meningkat pula yang pada gilirannya akan mengharuskan para pemimpin berbagai jenis perusahaan untuk menghadapi kompetisi yang semakin berat yang selanjutnya akan menuntut ketrampilan manajemen. Keadaan yang demikian pun akan mengakibatkan meningkatnya pengguna computer.
  3. pengambilan keputusan tertutup (terstruktur) adalah prosedur pemecahan permasalahan yang menyangkut langkah-langkah dalam prosedur kombinasi ini, antara lain : intelijen, desain, dan pilihan.

Pengambilan keputusan terbuka (tidak terstruktur), keputusan ini tidak memungkinkan pemecahan masalah menggunakan prosedur rutin.

  1. Tinjauan pengembangan system untuk menggantikan system yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki system yang telah ada. System yang lama diperbaiki dengan beberapa alasan :

 

a) Munculnya problem pada system yang lama

b) Untuk meraih kesempatan

c) Adanya intruksi-intruksi

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Rhochaety,Eri,Dr.SISTEM INFORMASI MANEJEMEN PENDIDIKAN,Jakarta,2005,PT Bumi Aksara

Sutabri,Tata,ANALISIS SISTEM INFORMASI,Jogjakarta,2004

Basyaib,Fahmi,TEORI PEMBUATAN KEPUTUSAN,Jakarata,2006,PT grasindo

Sondang,Siagian,SISTEM INFORMASI UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN,Jakarta,1990

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


[1] Dr.Eri rochaety, Sistem informasi manajemen pendidikan ,cetakan I Jakarta, Hal 12-13

[2] Sistem informasi manajmen data dan informasi pendidikan, Jakarta ,Hal 2

[3] Siagan sondang, (saitem informasi pengambilan keputusan ) Jakarta , Hai 183-184

[4]Fahmi Basyaib.Teori pembuatan keputusan, Jakarta Hal 20-30

[5] Tata sutabri, Analisis system informasi manajemen , Yogyaakarta ,Hal  50-52

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: