file2

adapun panjang angan-angan/khayalan adalah suatu penghalang terhadap smua kebaikan & keta’atan, serta mendatangkan semua kejahatan & fitnah. dan itu adalah suatu penyakit parah yg dpt menjerumuskan makhluk ke dalam berbagai bahaya.

ketahuilah jika kita panjang khayal akan bergejolak daripadanya 4 macam kelakuan:

1. bermalas-malas utk ta’at hingga meninggalkannya sama sekali. angan-anganmu akan berkata: ” pasti akan kukerjakan ta’at itu, sekarang ini memang belum dapat, tapi hari esok msh panjang. aku pasti tidak akan luput dari mengerjakan ta’at itu”.
dan sungguh benar apa yg telah dikatakan oleh syeikh Daud Aththo’i: ” barang siapa takut ancaman siksa, tentu yg jauh akan menjadi dekat, & barang siapa panjang khayal/cita-citanya niscaya akan buruk amalnya”.

2.akibat thulul amal (panjang angan-angan) itu adalah diulur-ulurnya taubat bahkan ditinggalkannya. dengan alasan ” Hari masih panjang, aku masih muda & pengetahuan untuk taubat sudah saya miliki, jadi waktunya nanti saja. aku tinggal memulainya dikala menghendakinya”. orang ini tidak ingat bahwa ia dlm keadaan seperti ini,jika disambar taqdir akan mati sebelum memperbaiki amalnya.

3. akibat lain dari thulul amal, gemar menumpuk harta & masygul (disibukkan) hatinya oleh dunia & lupa akhirat. dia berangan-angan kalau tidak menimbun harta dari sekarang takut faqir dihari tua, dimana tidak kuat lagi berusaha. jadi dari sekarang perlu menyimpan & menumpuk kelebihan dari belanja sehari-hari, cadangan dlm keadaan sakit atu jompo atau faqir. pikiran semacam ini akan menggerakkan kpd gandrung terhadap dunia & loba kepadanya. serta perhatiannya sepenuhnya ditujukan hanya kpd rizki saja, dalam angan-anganya ia mengatakan: ” apa yg akan aku makan & minum nanti? dan apa yg akan aku pakai nanti pada musim panas dan dingin, kalau tidak ditimbun dari sekarang? siapa tahu umurku masih panjang sedangkan kebutuha dimasa tua sangat berlebihan, jadi tidak boleh tidak aku harus mengumpulkan sebanyak-banyak bekal & kekayaan agar tidak butuh bantuan orang lain? (pikiran seperti ini terus mendalam sehingga ia tdk sempat beribadah & sampai lupa kpd Tuhan & lupa kewajiban). hal seperti ini menggerakkannya selalu cenderung pada dunia. menggemarinya serta menumpuknya akhirnya menjadi kikir.
Akibat terkecil dari semua ini paling tidak hatimu jadi bimbang, umur atau waktumu sia-sia, kesusahan & kebimbangan menjadi menumpuk tidak berfaedah. sebagaimana diriwayatkan Sayyidina Abi Dzar. ra beliau berkata: ” Aku telah dibunuh oleh kebimbangan hati walaupun aku belum sampai kesana”. maka ada yg bertanya: “bagaimana artinya itu ya Abi Dzar? “. jawabnya: “karena anganku melampaui ajalku “.

4. akibat thulul amal itu hati orang jadi membatu & lupa kpd akhirat, karena jika engkau menghayalkan kehidupan yg lama tentu ingatanmu kpd maut & kubur jd hilang.
sebagaimana dikatakan oleh Sayyidina Ali Karamallahu Wajhah :
“Sesungguhnya yg sangat aku takutkan untuk kamu itu ada dua hal, pertama: perasaan masih jauh akan mati & kedua tunduk kpd Nafsu “.

ingatlah bahwa thulul amal itu akan melupakan akhirat & tunduk pada nafsu akan menyimpangkan orang dari kebenaran, sedang pikiran & urusanmu yg kau pandang besar hanyalah cerita-cerita mengenai dunia, sebab-sebab kehidupan, tentang pergaulan dengan makhluk & hal itu dapat membuat hati menjadi keras. padahal lunaknya & jernihnya hati ialah dengan mengingat maut & kubur, mengingat ganjaran & siksaan. jika tidak demikian bagaimana hatimu akan menjadi lunak & jernih.
Firman Allah SWT :
” Panjangnya angan-angan mereka menyebabkan kerasnya hati mereka “. (Q.S. Al – Hadid : 16 ).

jadi jika engkau merasa masih lama akan mati, niscaya sedikit ta’atmu & terlambat untuk taubat, maksiatmu banyak, serakahmu keterlaluan, hati membatu serta besar kelalaianmu & akibatnya tidak ada apapun untuk akhiratmu..Na’udzubillah.

kejadian apa yg lebih jahat daripada itu & penyakit apa kiranya yg lebih parah daripada itu? kesemua itu disebabkan THULUL AMAL ( merasa masih lama akan mati)
berkata Sayyidina ‘Auf bin Abdillah ra : ” Berapa banyak orang yg sehat sedang mengalami hidup satu hari, tapi ia tidak sampai hidup sore harinya, dan berapa banyak orang menanti hari esok tapi ia tidak dapat sampai mengalaminya, jika engkau mengetahui ajal & perjalanannya, tentu engkau benci kpd angan-angan & tipuannya..

dikutip dari kitab Minhajul ‘Abidin karangan Imam Ghazali diterjemahkan oleh KH. Abdullah bin Nuh

 

Aku mulai berkata dg Taufiq dari Allah SWT : “wahai org yg ingin lepas dari bahaya & ingin beribadah secara murni kpd Tuhan, semoga Allah memberi kita semua taufiq. bagaimanapun juga kita harus memiliki ilmu terlebih dahulu. sebab ibadah itu percuma tanpa ilmu, karena ilmu itu porosnya,segala sesuatu berputar disekitarnya”.

ketahuilah, bahwa ilmu & ibadah itu adalah 2 permata, dari ilmu & ibadah itulah terjadi segala apa yg kita lihat & dengar, baik kitab-kitab yg dikarang para Ulama, ajaran dari guru-guru, Nasehat dari para penasehat, pikiran para pemikir. itu semuanya demi ilmu & Ibadah, dan karena untuk ilmu & ibadah juga maka kitab-kitab suci diturunkan oleh
Allah SWT, smua Rasul-rasul di utus hanya untuk ilmu & ibadah, bahkan lebih dari itu, langit & bumi diciptakan Tuhan hanya untuk ilmu & ibadah. begitu pula smua apa yg ada di langit & di bumi serta makhluk yg hidup & yg tidak hidup.

sekarang renungkanlah 2 ayat dlm kitab suci Allah SWT (AlQur-an) slh satu diantaranya adalah:
” Allah SWT yg menciptakan tujuh langit & tujuh Bumi seperti langit, turun berkali-kali perintah Allah SWT antara langit & bumi supaya kamu sekalian memperoleh ilmu, bahwa sesungguhnya Allah itu maha kuasa atas segala sesuatu, dan bahwa sesungguhnya ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu”. (Q.S. Ath-Thalaaq : 12)
dengan tafakur tentang langit & bumi kita berharap akan memperoleh ilmu itu nanti.

dan sepenggal ayat diatas sdh ckp sbg dalil untuk mengetahui bahwa ilmu itu mulia, terutama ilmu Tauhid, sebab dgn ilmu ini kita akan mengenal Allah beserta asmaNya, sifat-sifatNya dan lain sbagainya.

ayat yg kedua yg harus kita renungkan itu ialah Firman Allah SWT :
” Dan aku menciptakan jin & manusia tidak lain hanya untuk beribadah kepadaKu”. (Q.S. Adz-Dzaariyaat : 56).
ayat yg satu ini sdh cukup menjadi petunjuk bahwa ibadah itu mulia & bahwa kita harus beribadah. amat besar nilai dua hal ini yg menjadi maksud diciptakannya dunia & Akhirat. itulah ilmu & ibadah. jadi wajib bagi setiap hamba untuk memperhatikan ilmu & ibadah saja. hany untuk kedua hal ini sajalah ia lebih menyibukkan diri & mencurahkan segenap tenaga & pikirannya. selain dua hal ini bathil tidak ada kebaikannya. jadi kalau kita mengerjakan yg sifatnya keduniaan maka harus di niatkan karna Allah dan itu sdh termasuk ibadah, serta jadikan dunia sbg ladang untuk akhirat.

jika kita telah mengetahui hal itu, yakinlah bahwa ilmu adalah permata yg mulia & terutama dari 2 permata itu. oleh karena itu Nabi SAW bersabda :
” Kelebihan orang yg berilmu atas orang yg beribadah seperti kelebihanku atas orang terendah dari umatku”. ( Hadits Hasan sanadnya & diperkuat oleh yg lainnya. diriwayatkan oleh Al Harits bin Huzamab dari Abi Said Al Khudri & diperkuat oleh riwayat dari Turmudzi & Abi Umamah)

Sabda Rasulullah SAW :
” Sekali melihat kewajah orang yg berilmu, lebih menyenangkn bagiku daripad ibadah 1 thn penuh, puasa siangnya, shalat malam harinya”.
inilah fadhilah ilmu. namun hanya berlaku bagi orang berilmu yg ilmunya di amalkan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: